Kabar mengenai Eidos Montreal PHK kembali menjadi sorotan utama dalam industri game. Studio pengembang terkemuka di balik judul-judul populer seperti Deus Ex dan Tomb Raider ini mengumumkan pengurangan tenaga kerja yang signifikan. Sebanyak 124 karyawan Eidos Montreal terdampak oleh keputusan sulit ini, yang disebut sebagai akibat dari penyesuaian kebutuhan proyek. Informasi lebih lanjut mengenai PHK ini diumumkan melalui sebuah posting LinkedIn pada hari Senin, seperti dilansir dari Gamebrott.

PHK Eidos Montreal: Dampak Penyesuaian Proyek Terbaru
Keputusan Eidos Montreal PHK 124 karyawannya merupakan langkah berat yang diambil oleh studio tersebut. Pihak studio menjelaskan bahwa pengurangan tenaga kerja ini adalah konsekuensi langsung dari “perubahan kebutuhan proyek”. Hal ini berdampak pada tim produksi serta tim pendukung di dalam studio. Pernyataan resmi dari Eidos Montreal juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh anggota tim yang terdampak.
Studio secara tegas menyatakan bahwa keputusan ini sama sekali bukan cerminan dari talenta, dedikasi, atau performa individu dari para karyawan tersebut. Ini menekankan bahwa PHK di Eidos Montreal lebih merupakan restrukturisasi internal yang didorong oleh kebutuhan bisnis dan proyek yang sedang berjalan. Dampak dari penyesuaian ini terasa di berbagai departemen, menunjukkan cakupan yang luas dari restrukturisasi ini.

Rangkaian PHK Sebelumnya: Pola yang Berulang
PHK Eidos Montreal kali ini bukanlah yang pertama. Sejarah studio ini mencatat serangkaian pengurangan tenaga kerja sebelumnya. Pada tahun 2024, studio ini pernah membatalkan pengerjaan game Deus Ex terbaru, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja terhadap 97 orang pegawai. Pembatalan proyek besar seperti itu seringkali menjadi pemicu utama restrukturisasi.
Selain itu, studio juga mengalami tiga gelombang PHK lainnya pada tahun 2025. Setidaknya lebih dari 75 pegawai karyawan Eidos Montreal terdampak dalam rangkaian PHK berturut-turut tersebut. Pola pengurangan tenaga kerja ini mengindikasikan bahwa Eidos Montreal sedang menghadapi tantangan strategis yang berkelanjutan dalam manajemen proyek dan sumber daya manusianya. Kondisi ini telah menjadi topik hangat di komunitas game.

Kepergian Kepala Studio dan Transisi Kepemimpinan
Bersamaan dengan pengumuman Eidos Montreal PHK karyawan, studio juga menginformasikan kepergian kepala studio mereka, David Anfossi. David Anfossi telah menduduki posisi penting tersebut selama lebih dari 12 tahun, memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan berbagai judul game ikonik. Kepergian seorang pemimpin senior seperti Anfossi seringkali menyertai periode transisi atau restrukturisasi besar.
Melalui pernyataan resminya, Eidos Montreal menyampaikan ucapan terima kasih atas seluruh kontribusi David selama masa jabatannya. Studio juga mendoakan yang terbaik bagi sang mantan kepala studio untuk perjalanan karirnya di masa depan. Saat ini, Eidos Montreal sedang menjalankan rencana transisi kepemimpinan. Informasi terbaru mengenai penetapan kepemimpinan baru akan dibagikan kepada publik setelah proses ini selesai.

Masa Depan Eidos Montreal Setelah PHK
Serangkaian PHK Eidos Montreal dan kepergian kepala studio menandai era baru bagi pengembang game tersebut. Eidos Montreal dikenal luas karena karyanya pada Deus Ex, kontribusinya pada Tomb Raider, serta proyek-proyek terbaru seperti Fable dan Grounded 2 bersama Playground Games dan Obsidian Entertainment. Perubahan ini tentu akan memengaruhi arah dan fokus proyek studio di masa mendatang.
Penyesuaian kebutuhan proyek yang menjadi alasan utama PHK mengisyaratkan adanya perubahan strategi dalam pengembangan game. Bagaimana transisi kepemimpinan baru akan membentuk visi studio masih harus dinantikan. Namun, situasi ini menjadi berita penting bagi seluruh pemangku kepentingan dalam industri game, terutama bagi para penggemar yang menantikan karya-karya inovatif dari Eidos Montreal.