Rec Room, klub sosial realitas virtual yang populer, secara resmi mengumumkan penutupannya bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-10. Pengumuman mengejutkan ini menandai berakhirnya era bagi game VR Rec Room yang memungkinkan pemain bermain, berinteraksi di ruang ganti, menyesuaikan penampilan, dan berpesta dengan teman-teman. Keputusan berat untuk menghentikan operasi diambil karena “biaya kami selalu berakhir melampaui pendapatan yang kami peroleh,” seperti yang disampaikan oleh tim pengembang melalui pernyataan resmi. Penutupan Rec Room ditutup disebabkan oleh pergeseran pasar VR baru-baru ini dan tantangan luas dalam industri gaming yang membuat jalur menuju profitabilitas menjadi terlalu sulit. Informasi ini bersumber dari IGN.
Alasan dan Dampak Penutupan Rec Room
Tim pengembang menyatakan bahwa mereka “menghabiskan waktu lama mencoba mencari cara agar angka-angka bisa berjalan.” Namun, dengan pergeseran pasar VR dan gejolak yang lebih luas dalam gaming, jalan menuju profitabilitas menjadi semakin sulit. Keputusan ini diambil saat tim masih memiliki kemampuan untuk menghentikan operasional secara terencana dan bertanggung jawab kepada mereka yang telah membangun Rec Room bersama.
Mulai 1 Juni, pengguna tidak akan lagi dapat masuk atau bermain game VR Rec Room. Situs webnya akan berhenti beroperasi, dan semua layanan daring yang terkait dengan game tersebut tidak akan tersedia. Sebagai konsekuensi dari penutupan Rec Room ini, tidak ada lagi pendaftaran akun baru, penambahan teman baru, dan semua keanggotaan premium telah diperpanjang hingga 1 Juni. Mitra kreator konten juga akan berhenti menerima pendaftaran baru mulai 1 Mei.
Perubahan Monetisasi dan Dampak Bagi Kreator
Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghentian kemampuan pengguna untuk membuat konten buatan pengguna (UGC) yang dimonetisasi. Ini termasuk item inventaris ruangan, konsumsi, mata uang, dan item avatar. Setelah pembayaran Room Reward Maret disalurkan pada bulan April, tidak akan ada lagi pembayaran Room Reward lebih lanjut.
Selain itu, mulai 1 Mei, pengguna tidak akan dapat membeli token atau menukarkan kartu hadiah untuk token. Para kreator masih memiliki kesempatan untuk mengumpulkan token yang telah mereka peroleh sebelumnya hingga 18 Mei. Ini menandai akhir dari sistem ekonomi dalam game VR Rec Room yang telah menjadi bagian penting bagi banyak penggunanya.
Reaksi dari komunitas tidak dapat disembunyikan. Seorang penggemar yang kecewa menulis, “Ini sangat menyebalkan, kawan.” Penggemar tersebut menambahkan bahwa ia telah mengalami beberapa MMO dan game online yang ia nikmati tutup, sehingga ia tahu betapa sulitnya hal tersebut, terutama untuk pengalaman sosial murni seperti Rec Room.
Pengguna lain berkomentar, “Sedih, tetapi mengingat seluruh triknya adalah ‘Roblox untuk VR’, tanda-tanda sudah terlihat sejak Roblox menambahkan dukungan VR.” Mereka juga menyoroti stagnasi media VR secara umum sebagai faktor penyebab penutupan Rec Room ini. Perasaan kehilangan ini mencerminkan ikatan kuat komunitas dengan game VR Rec Room.
Konteks Pasar VR dan Tantangan Industri
Pada Agustus 2025, Rec Room terpaksa memberhentikan sekitar separuh timnya. Kala itu, mereka menyatakan bahwa bahkan jika “tidak ada yang berubah atau meningkat dalam bisnis, landasan kami mungkin akan membawa kami hingga 2029.” Pada saat yang sama, pendapatan konten buatan pengguna (UGC) pada Juli 2025 disebutkan “tertinggi sepanjang masa,” naik 70% dari tahun ke tahun.
Namun, proyeksi tahun 2029 tersebut ternyata terlalu optimis. Kenyataan bahwa Rec Room ditutup jauh sebelum batas waktu tersebut mengindikasikan tekanan finansial yang lebih besar dan perubahan kondisi pasar yang lebih cepat. Rec Room telah berjuang keras untuk mempertahankan operasionalnya di tengah tantangan ini.
Pasar VR secara keseluruhan memang menghadapi masa sulit. Pada Januari, Meta memberhentikan sekitar 10% staf di divisi Reality Labs-nya, sebagai bagian dari pemotongan besar-besaran yang memengaruhi lebih dari 1.000 orang. Ini termasuk penutupan sejumlah studio yang fokus pada VR. Contohnya, Twisted Pixel, studio di balik Deadpool VR, Armature Studio pengembang Resident Evil 4 VR, dan Sanzaru Games, pembuat Asgard’s Wrath. Tren ini menunjukkan bahwa game VR Rec Room bukanlah satu-satunya yang terpengaruh oleh kondisi pasar VR.
Pesan Perpisahan dan Penawaran Akhir dari Rec Room
“Atas nama tim, kami ingin mengucapkan terima kasih karena telah menjadi bagian dari komunitas Rec Room dan membantu kami menciptakan tempat yang menyenangkan dan ramah bagi pemain dari semua lapisan masyarakat selama ~10 tahun terakhir,” demikian tim menyimpulkan. Kreativitas dan antusiasme para pemain yang tak terbatas telah menjadi sumber inspirasi dan kebahagiaan.
Tim pengembang berharap bisa menemukan cara untuk terus berjalan, namun sayangnya, mereka mencapai akhir jalan. Sebagai ucapan terima kasih terakhir kepada jutaan pemain yang telah menikmati game ini selama satu dekade terakhir, Rec Room ditutup dengan memberikan diskon 80% untuk semua konten pihak pertama di semua toko.
Beberapa fitur premium eksklusif, seperti item avatar, akan digratiskan. Pengguna juga dapat mengunduh semua foto mereka dan mengumpulkan laporan kartu nilai akhir yang sangat lucu sebagai kenang-kenangan avatar mereka, dengan instruksi lebih lanjut tersedia di situs web resmi.
Sayangnya, kreator tidak dapat mengunduh salinan ruangan mereka yang berfungsi, karena tanpa server, ruangan tersebut tidak akan berfungsi. Namun, mereka dapat mengunduh data ruangan dan invensi mereka jika ingin membuat ulang ruangan tersebut di Unity, misalnya. Ini adalah kesempatan terakhir bagi para kreator sebelum penutupan Rec Room sepenuhnya.